Minggu, 18 November 2012

LOVE ALLAH & RASULULLAH:   Bagaimana Mengucapkan Selamat Kepada Non Islam?...

LOVE ALLAH & RASULULLAH: Bagaimana Mengucapkan Selamat Kepada Non Islam?...:   Bagaimana Mengucapkan Selamat Kepada Non Islam?                        Aduh! Bagaimana ini teman non islam di kelas ada yan...

 


Bagaimana Mengucapkan Selamat Kepada Non Islam?

            
          Aduh! Bagaimana ini teman non islam di kelas ada yang selalu mengucapkan salam,(السلام عليكم) tatkala itu saya bingung harus menjawab apa? Ataukah tidak menjawabnya? Tapi kalau tidak dijawab apakah akan menyinggungnya dan tidak menghargainya? Haduhhh aku bingung... Lalu seorang teman di sebelahku menjawabny "Wa'alaikum", setelah teman non is itu pergi, dia yang melihatku kebingungan berkata "jika seorang non is mengucapkan salam kita jawab 'Wa'alaikum' saja' jangan bingung".
          Begitulah Islam mengatur cara bersosialisasi dalam kehidupan sehari - hari. Namun Islam mengaturnya lebih lanjut, dalam hal keyakinan dan tata cara beribadah, mengucapkan selamat kepada orang kafir berkenaan dengan hari raya mereka atau menghadiri perayaan mereka, dan mengucapkan salam kepada mereka hukumnya haram. Seperti terkandung dalam surat Al - Kafirun :

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ ﴿١﴾ لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢﴾ وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ ﴿٣﴾ وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ ﴿٤﴾ وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ ﴿٥﴾ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ ﴿٦
Qul yaa ayyuhaa alkaafiruuna, laa a'budu maa ta'buduuna, walaa antum 'aabiduuna maa a'budu, walaa anaa 'aabidun maa 'abadtum, walaa antum 'aabiduuna maa a'budu, lakum diinukum waliya diini.

  Artinya :
Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang 
1). Katakanlah: Hai orang-orang kafir
2). Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah
3). Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah
4). Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah
5). Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah
6). Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku

          Dilihat dari ayat di atas  dengan kita mengikuti perayaan mereka sama saja dengan menyembah apa yang mereka sembah, oleh karena itu haram seperti ditegaskan dalam surat Al - Kafirun ayat 6 "Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku". Berdiri untuk mereka dan untuk pelaku bid'ah sebagai penghormatan hukumnya haram, dan berjabat tangan dengan mereka hukumnya makruh kecuali untuk kemashlahatan agama. Namun dalam kegiatan bersosialisasi seperti bekerja sama dengan mereka seperti belajar kelompok, gotong royong kerja bakti, menengok mereka ketika sakit, itu diperbolehkan bahkan rasullulah pun menengok seseorang nenek yang bukan beragama Islam ketika dia sakit.
          Lalu bagaimana kalau mereka mengucap salam kepada kita? Apabila mereka lebih dulu mengucapkan salam kepada kita,  Islam mengaturnya lebih lanjut, maka harus menjawabnya dengan "Wa'alaikum (dan juga atas kamu)" saja, tanpa memakai salam.  

Sumber : Tafsir Al - Usyr Al - Akhir

Sabtu, 17 November 2012

          KEUTAMAAN MEMBACA AL - QUR'AN

           Siapa yang tidak tahu tentang kitab suci Al - Qur'an? Seperti yang telah kita ketahui Al - Qur'an merupakan kitab suci umat muslim yang mana tidak ada keraguan padanya, berisi petunjuk, larangan, kabar gembira, bagi yang beriman, tentang umat - umat terdahulu, ilmu pengetahuan, masa depan, dll. Selain itu, Al- Qur'an adalah kalamullah (firman Allah) yang disampaikan kepada rasul kita Nabi Muhammad SAW melalui malaikat jibril. Keutamaannya atas segala perkataan seperti keutamaan Allah atas seluruh makhluk - Nya. Membacanya adalah amalan utama yang paling utama dilakukan oleh lisan.
  •  Keutamaan Mempelajari, Mengajarkan, dan Membaca Al - Qur'an :

      Pahala Mengajarkannya : Menurut Sabda Nabi, bahwa "Sebaik - baik kalian adalah siapa yang mempelajari Al - Qur'an dan mengajarkannya" (Al - Bukhari).
      Pahala Membacanya : Menurut Sabda Nabi, bahwa "Siapa saja yang membaca satu huruf dari kitab Allah (Al - Qur'an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya." (HR. Tarmidzi).
            Keutamaan Mempelajari Al - Qur'an, Menghafalnya, dan Pandai Membacanya : Menurut Sabda Nabi, bahwa "Perumpaan orang yang membaca al - Qur'an sedang ia hafal dengannya bersama para malaikat yang suci dan mulia, sedang perumpamaan orang yang membaca Al - Qur'an sedang ia senantiasa melakukannya meskipun hal itu sulit baginya maka baginya 2 pahala." (H.R Muttafaq 'alaih). Dan sabda Nabi selanjutnya, "Dikatakan kepada ahli Al - Qur'an, 'Bacalah, naiklah dan bacalah dengan tartil sebagaimana kamu membaca di dunia, karena kedudukanmu terletak pada akhir ayat yang kamu baca." (HR. At-Tarmidzi).
Al -Qur'an
            Al - Khatabi mengatakan "Disebutkan dalam atsar bahwa jumlah ayat Al - Qur'an adalah sesuai dengan jumlah tingkatan dalam surga. Dikatakan kepada pembaca (Al - Qur'an), Naiklah dalam tingkatan sesuai dengan ayat Al - Qur'an yang sebelumnya kamu baca (di dunia).' Karena itu siapa yang membaca dengan sempurna seluruhnya Al - Qur'an, maka ia menempati tingkatan surga yang paling atas di akhirat. Sedang siapa yang membaca sesuatu juz darinya, maka kenaikannya dalam tingkatan surga sesuai dengan bacaannya itu. Dengan demikian, akhir pahalanya adalah pada akhir bacaannya."
           Pahala Bagi Orang yang Anaknya Mempelajari Al - Qur'an : "Siapa saja membaca al - Qur'an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan kepada kedua orang tuanya pada hari kiamat mahkota dari cahaya yang sinarnya bagaikan sinar matahari, dan dikenakan kepada kedua orang tuanya dua perhiasan yang nilainya tidak tertandingi oleh dunia. Keduanya pun bertanya - tanya : "Bagaimana dipakaikan kepada kami semuanya itu?", Dijawab : "Karena anakmu telah membawa Al - Qur'an." (H.R Al - Hakim).
          Al - Qur'an Memberi Syafaat Kepada pembacanya di Akhirat : Sabda Nabi, "Bacalah Al - Qur'an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa'at kepada para pembacanya." (HR. Muslim). Dan sabda beliau, "Puasa dan Al - Qur'an keduanya akan memberikan syafa'at kepada seorang hamba pada hari Kiamat ..." (HR. Ahmad dan Al - Hakim).
          Pahala Bagi Orang yang Berkumpul untuk Membaca dan Mengkajinya: Sabda Nabi, "Tidak berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah Ta'ala, sedang mereka membaca kitab - Nya dan mengkajinya, melainkan mereka akan dilimpahi ketenangan, dicurahi rahmat, diliputi para malaikat, dan disanjung oleh Allah di hadapan para makhluk yang di sisi - Nya." (H.R Abu Dawud).

Sumber : Tafsir Al - 'Usyr Al - Akhir.