Bagaimana Mengucapkan Selamat Kepada Non Islam?
Aduh! Bagaimana ini teman non islam di kelas ada yang selalu mengucapkan salam,(السلام عليكم) tatkala itu saya bingung harus menjawab apa? Ataukah tidak menjawabnya? Tapi kalau tidak dijawab apakah akan menyinggungnya dan tidak menghargainya? Haduhhh aku bingung... Lalu seorang teman di sebelahku menjawabny "Wa'alaikum", setelah teman non is itu pergi, dia yang melihatku kebingungan berkata "jika seorang non is mengucapkan salam kita jawab 'Wa'alaikum' saja' jangan bingung".
Begitulah Islam mengatur cara bersosialisasi dalam kehidupan sehari - hari. Namun Islam mengaturnya lebih lanjut, dalam hal keyakinan dan tata cara beribadah, mengucapkan selamat kepada orang kafir berkenaan dengan hari raya mereka atau menghadiri perayaan mereka, dan mengucapkan salam kepada mereka hukumnya haram. Seperti terkandung dalam surat Al - Kafirun :
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ ﴿١﴾
لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢﴾ وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ
أَعْبُدُ ﴿٣﴾ وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ ﴿٤﴾ وَلَآ أَنتُمْ
عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ ﴿٥﴾ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ ﴿٦
Qul yaa ayyuhaa alkaafiruuna, laa a'budu maa ta'buduuna, walaa antum
'aabiduuna maa a'budu, walaa anaa 'aabidun maa 'abadtum, walaa antum
'aabiduuna maa a'budu, lakum diinukum waliya diini.
Artinya :
Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
1). Katakanlah: Hai orang-orang kafir
2). Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah
3). Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah
4). Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah
5). Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah
6). Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku
2). Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah
3). Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah
4). Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah
5). Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah
6). Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku
Dilihat dari ayat di atas dengan kita mengikuti perayaan mereka sama saja dengan menyembah apa yang mereka sembah, oleh karena itu haram seperti ditegaskan dalam surat Al - Kafirun ayat 6 "Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku". Berdiri
untuk mereka dan untuk pelaku bid'ah sebagai penghormatan hukumnya
haram, dan berjabat tangan dengan mereka hukumnya makruh kecuali untuk
kemashlahatan agama. Namun dalam kegiatan bersosialisasi seperti bekerja
sama dengan mereka seperti belajar kelompok, gotong royong kerja bakti,
menengok mereka ketika sakit, itu diperbolehkan bahkan rasullulah pun
menengok seseorang nenek yang bukan beragama Islam ketika dia sakit.
Lalu bagaimana kalau mereka mengucap salam kepada kita? Apabila mereka lebih dulu mengucapkan salam kepada kita, Islam mengaturnya lebih lanjut, maka harus menjawabnya dengan "Wa'alaikum (dan juga atas kamu)" saja, tanpa memakai salam.
Sumber : Tafsir Al - Usyr Al - Akhir

Tidak ada komentar:
Posting Komentar