LOVE ALLAH & RASULULLAH
Minggu, 05 Mei 2013
LOVE ALLAH & RASULULLAH: Kisah Rasulullah : Nenek Keriput, Peminta - minta,...
LOVE ALLAH & RASULULLAH: Kisah Rasulullah : Nenek Keriput, Peminta - minta,...: Kisah Rasulullah Nenek Keriput, Peminta - minta, dan Rambut Gondrong. Seorang nenek lanjut usia datang kepada Nabi saw. Den...
Butterfly in Love: Kisah Rasulullah: Nenek keriput, peminta - minta, ...
Butterfly in Love: Kisah Rasulullah: Nenek keriput, peminta - minta, ...: KISAH RASULULLAH NENEK KERIPUT, PEMINTA - MINTA DAN RAMBUT GONDRONG. Seorang nenek lanjut usia datang kepada Nabi saw. Dengan ...
Kisah Rasulullah : Nenek Keriput, Peminta - minta, dan Rambut Gondrong.
Kisah Rasulullah
Nenek Keriput, Peminta - minta, dan Rambut Gondrong.
Seorang nenek lanjut usia datang kepada Nabi saw. Dengan sedih dan kuatir ia berkata, "Ya Rasulullah, apakah saya dapat masuk sorga?"
Nabi mengerutkan kening, lalu dengan suara sungguh menyesal dia menjawab, "Maaf, Nek, di sorga tidak ada orang tua."
Maka nenek - nenek itu pun menangis tersedu - sedu menyesali
nasibnya sebagai orang tua. Tetapi Nabi cepat menyambung ucapannya,
"Maksud saya bukan Nenek tidak akan masuk sorga."
"Jadi?"
"Nenek bakal masuk sorga tapi di sana Nenek akan jadi muda lagi," ucap Nabi melegakan," ucap Nabi melegakan.
"Maka nenek tua itu pun tertawa gembira membayangkan nasibnya yang
akan jadi perawan kembali di sorga. Begitulah cara Nabi bercanda.
Sekadar menyegarkan suasana, namun tetap menjaga agar selorohnya dapat
membahagiakan orang lain, bukan menyakitkan atau menyinggungnya.
Pada hari yang berbeda Nabi didatangi peminta - minta pada awal
masa hijriah, ketika pembangunan masyarakat Madinah belum dapat
menyediakan kemakmuran kepada seluruh rakyat.
Oleh Nabi peminta - minta itu diberinya sedekah. Hari yang lain
peminta - minta itu datang lagi. Nabi masih memberinya uang. Ketika
kemudian orang itu mengemis - ngemis kembali, Nabi tidak memberinya uang
atau makanan, melainkan sebilah kampak, agar dengan kampak tersebut
peminta - minta itu mau bekerja keras mencari nafkah.
Lalu pada suatu saat Nabi berpapasan dengan seorang pemuda
gondrong, dengan rambut tanpa disisir dan awut - awutan. Pemuda itu
melihat Nabi berubah masam mukanya, nampaknya tidak suka kepadanya. Ia
berpikir, apakah karena aku berambut gondrong atau karena aku tidak
teratur?
Pada har berikutnya, dengan bersisir rapi ia keluar dari rumahnya.
Di jalan ia bersimpangan dengan Nabi. Kali ini Nabi tersenyum ramah
kepadanya. Maka pemuda itu pun tahu bahwa yang tidak disukai Nabi bukan
rambut gondronng, melainkan ketidakrapian dan acak - acakkan.
Sumber : K.H. Abdurrahman Arroisi, 30 kisah teladan.
Selasa, 19 Maret 2013
LOVE ALLAH & RASULULLAH: Hadist Mengenai Pahala Kebaikan
LOVE ALLAH & RASULULLAH: Hadist Mengenai Pahala Kebaikan: Hadist Mengenai Pahala Kebaikan "Dari Ibnu Abbas ra. dari Rasulullah Saw. dimana beliau menceritakan tentang apa yang ...
Hadist Mengenai Pahala Kebaikan
Hadist Mengenai Pahala Kebaikan
"Dari Ibnu Abbas ra. dari Rasulullah Saw. dimana beliau menceritakan tentang apa yang diterimanya dari Tuhan Yang Maha Pemberkah Lagi Maha Luhur, dimana beliau bersabda; "Sesungguhnya Allah Ta'ala mencatat kebaikan - kebaikan dan kejahatan - kejahatan, kemudian dijelaskan semua itu. Barang siapa yang bermaksud untuk mengerjakan kebaikan tetapi ia tidak melaksanakannya, maka Allah mencatat baginya satu kebaikan pada sisi - Nya, dan barang siapa yang bermaksud untuk mengerjakan kebaikan lantas ia mengerjakannya, maka Allah mencatat baginya sepuluh kebaikan sampai lipat tujuh ratus kali, bahkan sampai berlipat ganda yang tidak terhitung banyaknya. Barang siapa yang bermaksud berbuat kejahatan tetapi ia tidak melaksanakannya, maka Allah mencatat baginya satu kebaikan yang sempurna, dan barang siapa bermaksud untuk melaksanakan kejahatan lantas ia mengerjakannya, maka Allah mencatat baginya satu kejahatan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Disini bisa kita perhatikan (semoga Allah memberi taufiq kepada kita sekalian) akan besarnya kasih sayang dari Allah, dan perhatikanlah kata - kata ini. Sabdanya; 'Pada sisinya' menunjukkan penghargaannya dan sabdanya; 'Sempurna' ialah untuk menguatkan dan menunjukkan penghargaanya, dan sabdanya; 'Kejahatan' yang ia niat mengerjakannya, tetapi tidak dikerjakannya, ditulis Allah baginya satu kebaikan yang sempurna. Ia menguatkan dengan kata 'sempurna', dan apabila ia mengerjakannya, ditulis 'satu kejahatan'. Ia tidak menentukan sedikitnya dengan perkataan 'satu' dan tidak pula ia menguatkan dengan 'sempurna'.
Maka segala puji dan syukur bagi Allah, Maha Suci Ia, kami tidak kuasa menghitung puji bagi - Nya dan kepada Allah - lah kita harapkan taufiq dan hidayah - Nya.
Sumber/Dikutip dari : Buku Terjemah Hadist Ar'bain Annawawiyyah, Achmad Sunarto.
Minggu, 24 Februari 2013
LOVE ALLAH & RASULULLAH: Kisah Rasulullah
LOVE ALLAH & RASULULLAH: Kisah Rasulullah: AKU PUNYA AYAH LAGI Hari Raya Idul Fitri telah tiba. Umat Islam di madinah merayakan hari bahagia itu dengan menguma...
Kisah Rasulullah
AKU PUNYA AYAH LAGI
Hari Raya Idul Fitri telah tiba. Umat
Islam di madinah merayakan hari bahagia itu dengan mengumandangkan
takbir dan tahmid. Mereka telah memenangkan perang melawan hawa nafsu;
sebulan suntuk mereka telah menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Dengan pakaian yang paling bagus Nabi bergegas berangkat dari rumahnya
menuju ke lapangan untuk menunaikan shalat jamaah Idul Fitri. Masyarakat
telah berjejal menunggu kedatangan Rasulullah.
Di sepanjang jalan anak - anak kecil berlarian dengan suka cita karena
Lebaran telah tiba. Pakaian mereka bagus - bagus, dan wajah mereka cerah
semuanya. Tidak ada yang berduka cita. Hari itu adalah hari gembira.
Akan tetapi alangkah herannya Nabi tatkala menyaksikan di sudut sebuah
bangunan tua, seorang anak kecil berpakaian butut tengah duduk menghadap
dinding seraya menangis tersedu - sedu.
Nabi mendatangi anak itu, lalu bertanya "Hai, anakku, mengapa engkau
menangis sendirian pada hari di saat kita sedang bergembira ria?"
Anak kecil itu tanpa menoleh untuk melihat siapa yang bertanya,
llangsung menjawab,"Bagaimana tidak menangis, mereka punya pakaian baru
sedang aku tidak."
Nabi tercekat hatinya. "Jadi, mengapa engkau tidak berganti pakaian dan bermain - main dengan kawan - kawan sebayamu?"
"Mereka tidak mau aku berdekat - dekat sebab pakaianku jorok dan
compang camping. Dulu waktu aku masih punya ayah, tiap Hari Raya aku
juga mengenakan pakaian baru, perutku kenyang, uangku banyak."
"Ayahmu kemana, Nak?"
"Ayahku sudah meninggal. Ibuku sudah kawin lagi. Dan nasibku tersia -
sia sebab harta peninggalan ayahku dihabiskan oleh ayah tiriku."
Nabi tercenung, lalu ia berkata, "Anakku, seandainya Fatimah jadi
kakakmu, Ali bin Abi Thalib jadi abangmu, Hasan dan Husain jadi
saudaramu, dan aku jadi ayahmu, apakah engkau suka?"
Anak itu terperanjat. Ia berpikir, jangan - jangan berdiri di dekatnya
adalah Rasulullah. Maka cepat - cepat ia menengok. Setelah nyata siapa
yang tadi berkata begitu ia pun berseru gembira, "Tentu saja saya
senang, ya Rasulullah," sambil memeluk erat kaki Nabi.
Maka oleh Nabi anak itu digendongnya dan dibawanya kembali ke rumah.
Rasulullah memberinya gamis kecil kepada anak yatim itu, lalu memberinya
sarapan pagi dan sejumlah uang. Setelah dilepasnya anak itu bermain -
main, barulah rasulullah meneruskan niatnya menuju ke lapangan untuk
menjalankan shalat sunnah Idul Fitri bersama segenap penduduk Madinah.
Anak kecil itu tertawa dengan riang tertawa - tawa mendatangi kawan -
kawannya yang sedang asyik bersuka ria. Mereka keheranan melihatnya
sekarang tertawa gembira , padahal belum lama tadi masih menangis
tersedu - sedu. Maka salah seorang di antara mereka bertanya ingin tahu,
"Hai, aneh betul kau. Tadi menangis, kini tertawa. Ada apa?"
Anak yatim itu menyahut bangga, "Tadi aku menangis karena tadi aku
lapar. Sekarang aku tertawa karena aku kini kenyang. Tadi aku menangis
karena tadi aku tidak punya pakaian bagus. Kini pakaianku indah dan
masih baru. Juga kini aku punya uuang banyak. Tadi aku menangis karena
tidak punya ayah. Sekarang aku tertawa karena aku sekarang punya ayah."
"Heran. Dapat ayah ddarimana kau? Siapa ayahmu sekarang?"
"Karena ayah kandungku sudah meninggal, maka Rasulullah mengangkatku
jadi anak. Rasulullah adalah ayahku sekarang," jawab anak itu penuh rasa
bahagia.
Kawan - kawannya
semua berubah jadi kecewa dan iri hati. Mereka serempak berkata, "yah,
coba ayah kita sudah mati, kita pun bakal punya ayah Rasulullah seperti
dia."Dikutip dari : 30 kisah teladan 1, K.H Abdurrahman Arroisi.
Langganan:
Postingan (Atom)



