NIATKU HATIKU
Cerpen 1
Oleh : Nunik
Sebut saja aku Boy. Memang sedikit aneh, boy itu artinya anak laki - laki. Lalu sedikit nyeleneh masa boy ada dalam kata playboy. Melalui hasil investigasi beberapa orang yang dekat denganku, atau mungkin teman - teman perempuanku, aku memang playboy. Sebut saja playboy cap kabel listrik, playboy cap jahe kencur, ataupun playboy tapi gak mirip playboy, terus mirip apa? katanya sih mirip Listrik dann Jahe, karena tinggiku melebihi orang lain dan jahe karena aku pelit. Yah namanya juga hemat. Bolehkan, Bep?! Huh itulah si Boy, gayanya yang super tengil, tapi tampang lumayan. Gak heran kalau punya sifat - sifat kaya gitu pun tetep aja banyak yang suka. Padahal kalau dipikir - pikir sama akal sehat harusnya banyak yang jauhin, khususnya kaum hawa. Yang perlu hati - hati wahai kaum hawa, yaitu jurus mautnya, ngegombal ria. Huh disebut cantik pasti klepek - klepek. Banyak yang ingin jadi pacarnya, banyak yang ingin ngedate, minta nomor hape, nomor sepatu, tinggi badan berat badan, tanda tangan, baju bekas, piring bekas makannya. Hehe... gak segitunya kali. Kidding ya boy! Tapi memang niatnya gak bener, cuma pingin pamer kegantengan, terus bisa naklukin banyak wanita, ujung - ujungnya diporotin uang jajannya, pake pulsa kek, pake bayarin makan kek dengan modus ketinggalan dompet. Katanya dalam hati lumayan - lumayan daripada lumanyun. Eh...
Di sekolah, kedatangan murid baru, katanya sih kaya. Asik - asik, modus deketin oleh boy. Ada yang bilang lagi baik hatinya, super - super baik, dan senang memberi. Wah tambah seneng aja.
"Namanya Amirah, boy! Gila tadi si Mona, Rina, Tina pada ditraktir makan, si Dini kan kemarin dompetnya ketinggalan, dia beri juga uang ongkos pulang. Mana tadi bantuin gue, waktu gue bawa buku - buku anak - anak kelas ditabrak si John, yang badannya super big itu, eh kebetulan ada Amirah, dia bantuin beresin buku - buku ini, dengan malu - malu, dan menunduk. Apa dia suka ya?" curhat Rafael pada boy.
"Dasar cekidot PDnya, dia kalau liat gue, pasti sukanya ke gue. Boy super ganteng."
"PD aja lagi. hehe... tapi aku suka ma dia. Hmmm... gue ragu. Hehe... kidding bro!"
"Ah loe kaya gak tahu gue aja, cewek mana yang ngejauh dideketin gue."
"Hmmmmm... iya deh, cekidot. cekidot...," tanpa sengaja di sebrang lorong kelas ada Amirah, mata Rafael langsung tertuju ke Amirah! Ya itu dia, sedikit grogi dan agak berdegup.
"Cekidot, mauu kemana?" tanya boy bingung.
"Itu Amirah, ayo model detektif Conan, kita investigasi !" mereka berjalan mengikuti Amirah. Namun lama - lama dia bingung juga karena disitu memang banyak orang. Rafael menunjuk, pada salah satu siswi... Siswi... Boy mulai bingung, yang dari tadi menggebu - gebu dengan berbagai macam modusnya, jadi terpesona melihatnya. Amirah, perempuan berkerudung lebar, bajunya tidak ketat seperti perempuan - perempuan yang ia ajak jalan, tapi cantik, mukanya bersinar terang seperti bulan. Cantik! itu satu kata yang ia ucapkan dalam hati. Perempuan ini beda fikirnya. Namun ia bingung, kenapa ia merasakan hal yang sama dengan Rafael, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya dengan siapa pun. Apa ini mimpi?! Perasaan apa ini, sehingga menarik - narik hati dan akhirnya jatuh.
"Wouyyy! Bengong aja! Cantikkan? Pasti kamu suka!"
Tiba - tiba boy langsuung mendekat. "Perkenalkaan nama aku boy," dia tersenyum menunduk dan tidak membalas jabatan tangan. "Aku Amirah, maaf mau ke kantor dulu," dia pun berlalu bersama teman - temannya. Boy melongo, dan Rafael tertawa.
"Baru kali ini sahabatku diacuhkan, kasian - kasian... hehehe..." sambil menepuk punggung.
"Tenang saja baru awal, nanti juga kelepek - kelepek dan mau deh jadi pacar gue."
Di sekolah, kedatangan murid baru, katanya sih kaya. Asik - asik, modus deketin oleh boy. Ada yang bilang lagi baik hatinya, super - super baik, dan senang memberi. Wah tambah seneng aja.
"Namanya Amirah, boy! Gila tadi si Mona, Rina, Tina pada ditraktir makan, si Dini kan kemarin dompetnya ketinggalan, dia beri juga uang ongkos pulang. Mana tadi bantuin gue, waktu gue bawa buku - buku anak - anak kelas ditabrak si John, yang badannya super big itu, eh kebetulan ada Amirah, dia bantuin beresin buku - buku ini, dengan malu - malu, dan menunduk. Apa dia suka ya?" curhat Rafael pada boy.
"Dasar cekidot PDnya, dia kalau liat gue, pasti sukanya ke gue. Boy super ganteng."
"PD aja lagi. hehe... tapi aku suka ma dia. Hmmm... gue ragu. Hehe... kidding bro!"
"Ah loe kaya gak tahu gue aja, cewek mana yang ngejauh dideketin gue."
"Hmmmmm... iya deh, cekidot. cekidot...," tanpa sengaja di sebrang lorong kelas ada Amirah, mata Rafael langsung tertuju ke Amirah! Ya itu dia, sedikit grogi dan agak berdegup.
"Cekidot, mauu kemana?" tanya boy bingung.
"Itu Amirah, ayo model detektif Conan, kita investigasi !" mereka berjalan mengikuti Amirah. Namun lama - lama dia bingung juga karena disitu memang banyak orang. Rafael menunjuk, pada salah satu siswi... Siswi... Boy mulai bingung, yang dari tadi menggebu - gebu dengan berbagai macam modusnya, jadi terpesona melihatnya. Amirah, perempuan berkerudung lebar, bajunya tidak ketat seperti perempuan - perempuan yang ia ajak jalan, tapi cantik, mukanya bersinar terang seperti bulan. Cantik! itu satu kata yang ia ucapkan dalam hati. Perempuan ini beda fikirnya. Namun ia bingung, kenapa ia merasakan hal yang sama dengan Rafael, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya dengan siapa pun. Apa ini mimpi?! Perasaan apa ini, sehingga menarik - narik hati dan akhirnya jatuh.
"Wouyyy! Bengong aja! Cantikkan? Pasti kamu suka!"
Tiba - tiba boy langsuung mendekat. "Perkenalkaan nama aku boy," dia tersenyum menunduk dan tidak membalas jabatan tangan. "Aku Amirah, maaf mau ke kantor dulu," dia pun berlalu bersama teman - temannya. Boy melongo, dan Rafael tertawa.
"Baru kali ini sahabatku diacuhkan, kasian - kasian... hehehe..." sambil menepuk punggung.
"Tenang saja baru awal, nanti juga kelepek - kelepek dan mau deh jadi pacar gue."
Tapi beberapa hari, dia deketin, Amirah tetap seperti itu, bahkan menyentuh pundaknya saja dia langsung menghindar, ngobrol tetep seadanya, sms dijawab seadanya, heran apa baiknya ni cewek, kata Rafael baik. Pokonya aku tak akan menyerah, dia kan kaya, kalau dia udah deket, tiap hari bisa gratis pulsa dan uang maem. Setelah sebulan berbagai macam cara tetap saja, gagal.
Menurut solehudin, tetangga gue yang rajin ibadah, Amirah dengan pakaian seperti itu, ucapannya seperti itu, tentu saja dia taat beragama, berinteraksi pun dijaga dengan lawan jenis. Dan anti pacaran! Pantesan berkali - kali, gue deketin. Dia menghindar, gue sms yang biasanya anak zaman sekarang, nih kaya gini.
"Bapak kamu tukang kue ya?"
Dan dia jawab "bukan." Dwarrrrrrrrrrr..... gak gaul banget sih! harusnya dia jawab, iya. tapi aku sms.
"Soalnya kamu manis," dan dia gak bales lagi.
Suatu hari aku beli boneka bear mini untuknya, hal yang sebenarnya males banget aku lakukan karena akan menguras isi kantong, tiba - tiba ku lakukan. Lalu dihadapan banyak orang aku ungkapkan isi hatiku yang sebenernya, sebenarnya setengah suka setengah modus. fifty fifty ! Capek dech! Itu boy lakukan setelah upacara bendera, dan masih banyak orang di lapangan. Aku ingin semua orang tahu bahwa aku akan menjadi pacar Amirah yang cantik itu dan kaya. Agar semua orang tahu aku adalah bukan playboy lagi, karena semua pacar - pacarku sudah kuputuskan. Dengan pakai spiker, aku ungkapkan isi hatiku. Kata Boy.
Dengan suara super gombal dan merdu, akupun melakukan aksi. Biar banyak yang bilang juga so sweet.
"Test 1...2...3... Hmmm... Duhai Amirah yang berdiri disana," Amirah pun langsung melihatku, dengan muka memerah, karena semua orang kini tertuju padanya. "Dulu aku memang seorang playboy, aku suka sana sini. Namun sejak aku melihatmu, rasanya aku merasakan cinta yang sebenarnya. Aku tidak bisa memendamnya lagi." Aku turun, langsung menghampirinya, seolah gaya seorang pangeran menghadap seorang putri. Harusnya dia sudah klepek - klepek, pikirnya. Cara dari internet ini, sudah sukses dan berhasil oleh banyak orang. Sambil memberi boneka dan bunga, aku berkata "Kamu cantik, seperti bunga ini. Maukah kamu menjadi pacarku?"
"Maaf, boy sebelumnya, aku masih menjaga diriku, karena dalam Islam tidak diperbolehkan untuk pacaran, hukumnya dosa."
"Tapi aku sudah berubah."
"Maaf itu prinsipku", dia berlalu meninggalkan boneka unyu - unyu, dan bunga ini pun berguguran seperti hatiku yang luluh lantah. Sekarang yang datang mantan - mantanku, yang rebutan cerita bahwa aku pacarnya, pacarnya, dan aku digebukin. Ah sial ! Rasanya malu dengan banyak orang.
Saat ku ceritakan itu, Solehudin berkata "Aku pernah baca, dari Amirul Mukminin Abu Hafsh Umar bin Khaththab ra.,ia berkata : saya mendengar Rasulullah Saw, bersabda;"bahwasannya semua amal ibadah itu tergantung niatnya, dan bahwasannya apa yang diperoleh oleh seseorang adalah sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barang siapa yang hijrah karena Allah dan Rasul - Nya maka hijrahnya itu akan diterima Allah dan Rasul - Nya, dan barang siapa yang hijrah karena mencari dunia atau karena wanita yang akan dinikahinya maka hijrahnya itu sebatas apa yang diniatkannya."
"Tapi aku gak niat menikah masih sekolah, Din inget!,"
"Ampun deh boy, capek dech! kamu bisa belajar dari hadits di atas bahwa kamu niat mendekati wanita itu karena ingin pacaran, lalu kamu baguskan sikapmu, dan tidak pacaran lagi, supaya perempuan itu suka padamu. Nah pacaran aja yang dilarang, apalagi nikah. Kamu akan membohongi dirimu, dan merasakan capek alias gak ikhlas, karena mengharapkan apa yang kamu niatkan. jika semua yang dilakukan bukan karena Allah. Coba sekarang kamu malu kan?"
"Iya sih bener juga..." boy merasa tingkahnya selama ini merugikan banyak orang khususnya kaum hawa. Sehingga akhirnya seperti ini. Lain kali aku akan memperbaiki diriku karena Allah. Azamnya dalam hati.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar